Cari Blog Ini

Selasa, 29 November 2016

Laporan Praktikum Regenerasi pada Berudu



I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Berudu atau kecebong adalah tahap pra-dewasa (larva) dalam daur hidup amfibia. Berudu eksklusif hidup di air dan berespirasi menggunakan insang, seperti ikan. Tahap akuatik (hidup di perairan) inilah yang membuat amfibia memperoleh namanya (amphibia = "hidup pada tempat berbeda-beda") kecebong ini juga salah satu contoh dari sekian banyak makhluk hidup yang mempunyai kemampuan dalam regenerasi organ. Ekor yang diputuskan tersebut akan tergantikan kembali melalui proses regenerasi organ yang memerlukan waktu tertentu dalam proses pembentukannya.
Regenerasi merupakan proses yang begitu penting bagi kehidupan makhluk hidup, tanpa regenerasi maka tubuh organisme tak akan ada yang sempurna. Dalam tubuh makhluk hidup terdapat kemampuan untuk melakukan regenerasi pada tingkat sel atau jaringan sedangkan pada hewan tertentu mampu melakukan regenerasi pada tingkat organ.Dalam melakukan regenerasi banyak faktor yang mempengaruhi, salah satu diantaranya yaitu pemberian nutrisi. Tingkat regenerasi akan cepat jika memperhatikan aspek makanan, makanan yang cukup dapat membantu mempercepat proses regenerasi. Regenerasi bila ditinjau lebih lanjut, ternyata terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari pemulihan kerusakan yang parah akibat hilangnya bagian tubuh utama. Misalnya penggantian anggota bagian badan sampai pada penggantian kerusakan kecil yang terjadi dalam proses biasa, misalnya rontoknya rambut.
Kemapuan untuk melakukan regenerasi struktur yang hilang terdapat pada hampir semua makhluk hidup, paling tidak dalam suatu derajat tertentu.Pada vertebrata kemampuan meregenerasi struktur-struktur utama tubuh terbatas pada Urodella yang dapat mengganti anggota badan atau ekor yang hilang.Ada juga pada beberapa Icertulia yang dapat meregenerasi bagian ekor yang hilang seperti kecebong. Regenerasi tidak sama pada bagian organisme. Kelas amphibi, memiliki daya regenerasi yang rendah, biasanya terbatas pada bagian ekor yang lepas atau rusak. Proses regenerasi yang efektif adalah pada masa embrio hingga masa bayi, setelah dewasa kemampuan regenerasi ini terbatas pada sel atau jaringan tertentu saja. Namun tidak demikian dengan bangsa avertebrata dan reptilia tertentu, kemampuan untuk memperbaiki dirinya sangat menakjubkan hingga dia mencapai dewasa .Setiap hewan mempunyai kemampuan hidup yang bervariasi antara makhluk yang satu dengan yang lainnya.
B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada praktikum regenerasi yaitu bagaimana proses pembentukan regenerasi  pada kecebong ?
C. Tujuan Percobaan
Tujuan praktikum regenerasi yaitu :
1. Untuk membuktikan ba hwa pada hewan-hewan tertentu organ baru masih    dapat terbentuk setelah melewati  periode organogenesis.
2. Untuk mengamati pembentukan regenerasi pada tempat sayatan dan mengikuti perkembangannya sehingga tercapai bentuk yang serupa dengan keadaan semula.
D. Manfaat Percobaan
Manfaat yang diperoleh dari praktikum regenerasi adalah
1. Dapat membuktikan bahwa pada hewan-hewan tertentu organ baru masih dapat terbentuk setelah melewati periode organogenesis.
2. Dapat mengamati pembentukan regenerasi pada sayatan  dan mengikuti perkembangannya sehingga tercapai bentuk yang serupa dengan keadaan semula.

II. TINJAUAN PUSTAKA
A.    Pengertian Regenerasi
Regenerasi dalam biologi adalah menumbuhkan kembali bagian tubuh yang rusak atau lepas. Daya regenerasi paling besar pada echinodermata dan platyhelminthes yang dimana tiap potongan tubuh dapat tumbuh menjadi individu baru yang sempurna. Pada Anelida kemampuan itu menurun. Daya itu tinggal sedikit dan terbatas pada bagian ujung anggota pada amfibi dan reptil. Pada mamalia daya itu paling kecil, terbatas pada penyembuhan luka. Kebanyakan vertebrata memiliki kemampuan regenerasi, Kemampuan ini tergantung pada bagian tubuh yang dipotong. Misalnya, bila ekor cicak dipotong ekornya maka pada potongan bagian anterior itu akan segera terbentuk ekor baru. Segmen-segmen yang terjadi pada regenerasi pada umumnya lebih sedikit dari pada jumlah segmen yang hilang (adnan,2007 )
Suatu organisme khususnya hewan memiliki kemampuan untuk memperbaiki struktur atau jaringan yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan yang tidak disengaja karena kondisi natural atau kerusakan yang disengaja oleh manusia untuk keperluan penelitian atau experimen. Hilangnya bagian tubuh yang terjadi ini setiap saat dapat muncul kembali, dan dalam kasus ini proses memperbaiki diri ini kita sebut sebagai regenerasi. Proses regenerasi dalam banyak hal mirip dengan proses perkembangan embrio. Dari pembelahan yang cepat, dari sel-sel yang belum khusus (timbullah) organisasi yang kompleks dari sel-sel khusus. Ini melibatkan morfogenesis dan diferensiasi seperti perkembangan embrio (balinsky, 1981)
B.     Tahapan Regenerasi pada Katak
Regenerasi pada katak meliputi tiga cara. Pertama lewat mekanisme yang melibatkan dediferensiasi struktur dewasa untuk membentuk masa sel yang terdiferensiasi. Yang kemudian direspesifikasi. Tipe regenerasi seperti ini disebut regenerasi epimorfis, dan ini khas pada regenerasi membra. Mekanisme regenerasi kedua disebut mofolaksis. Regenerasi semacam ini terjadi lewat pemolaan kembali jaringan yang masih ada (tersisa), yang tidak disertai dengan perbanyakan sel. Regenarasi mofolaksis terjadi pada Hydra. Tipe regenerasi ketiga adalah regenerasi intermediet, dan diduga sebagai regenerasi konsenpatori. Pada regenerasi ini, sel-sel membelah, tetapi mempertahankan fungsi sel yang telah terdiferensiasi. Tipe regenerasi konsenpatori khas pada hati manusia (Yatim, 1994).
Regenerasi bila ditinjau lebih lanjut, ternyata terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari pemulihan kerusakan yang parah akibat hilangnya bagian tubuh utama. Misalnya anggota bagian badan sampai pada penggantian kerusakan kecil yang terjadi dalam proses biasa, misalnya rontok rambut. Regenerasi dapat juga berbentuk sebagai proliferasi dan diferensiasi lebih sel-sel lapisan marginal. Dapat pula berbentuk sebagai penimbunan sel-sel yang nampak belum berdiferensiasi pada luka yang disebut blastama, yang akan berproliferasi dan secara progresif membentuk bagian tubuh yang hilang. Blsatama berasal dari sel cadang khusus atau neoblast sel-sel interstitial yang bermigrasi ke tempat asal luka (Sugiyanto, 1996).
regenerasi dari hewan-hewan yang berbeda, tampak ada hubungan antara kompleksitas dan kemampuannya untuk regenerasi. Daya regenerasi spons hamper sempurna. Pada manusia, regenerasi terbatas pada perbaikan organ dan jaringan tertentu. Dalam satu oragnisme, setidaknya di antara vertebrata, dengan meningkantnya umur juga tampak kemampuan regenerasi llenyap secara progresif. Ketika tungkai pertama terlihat pada kecebong katak, bila lenyap bagian itu akan dapat diregenerasi dengan mudah, akan tetapi setelah metamorphosis, katak secara normal tidak mampu meregenrasi tungkai yang lenyap. Persamaan antara regenerasi dan perkembangan embrio telah menyebabkan beberapa ahli embriologi mempelajari regenerasi dengan harapan mendapatkan suatu pengertian bagaimana perkemabngan embrio terjadi. Penemuan polaritas telah memperlihatkan bahwa kekuatan organisasi tertentu, mungkin kimiawi bekerja pada regenerasi (Kimball, 1983).



III. METODE PRAKTIKUM
A. Waktu dan Tempat
Praktikum regenerasi dilaksakan pada hari Rabu, tanggal 22 April 2015, pukul 15.15 -17.20 WITA dan bertempat di laboratorium Zoologi  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam Universitas Halu Oleo, Kendari.
B. Alat Praktikum
Alat yang digunakan pada praktikum ini tercantum pada Tabel 1.
Tabel 1. Alat dan kegunaannya
No
Nama Alat
Jumlah
Kegunaan
1
2
3
4
1.
Cutter
1
Untuk memotong ekor kecebong
2.
Mistar
2
Untuk mengkur ekor kecebong
3.
Gelas aquades
3
Sebagai wadah tempat meleakkan kecobong
4.
Kamera
2
Untuk mengambil gambar
5.
Alat tulis
2
Untuk mencatat hasil pengamatan

C. Bahan Praktikum
Bahan yang digunakan pada praktikum ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2. Bahan dan kegunaannya
No
Nama Bahan
Jumlah
Kegunaan
1
2
3
4
1
Kecebong
30
Sebagai bahan pengamatan
2
Air

Media tumbuh kecebong

D. Prosedur Kerja
Prosedur keja pada praktikum regerasi yaitu :
1.    Menyediakan 3 gelas aqua yang masing-masing diisi 3 ekor kecebong yang sama besar.
2.    Memberikan label A1 pada kecebong yang ekornya dipotong tegak lurus, label A2 pada kecebong yang dipotong melintang, dan label A3 pada perlakuan kontrol.
3.    Mengukur ekor kecebong sebelum dipotong
Memotong ekor kecebong kemudian mengukur lagi panjang ekornya.
4.    Mengamati daya degenerasi kecebong tersebutt selama 7 hari
Mencatat dan mendokumnetasikan hasil pengamatan.



IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A.  Sayatan Lurus
Regenerasi meliputi tiga cara. Pertama lewat mekanisme yang melibatkan dediferensiasi struktur dewasa untuk membentuk masa sel yang terdiferensiasi. Yang kemudian direspesifikasi. Tipe regenerasi seperti ini disebut regenerasi epimorfis, dan ini khas pada regenerasi membra. Mekanisme regenerasi kedua disebut mofolaksis. Regenerasi semacam ini terjadi lewat pemolaan kembali jaringan yang masih ada (tersisa), yang tidak disertai dengan perbanyakan sel. Regenarasi mofolaksis terjadi pada Hydra. Tipe regenerasi ketiga adalah regenerasi intermediet, dan diduga sebagai regenerasi konsenpatori. Pada regenerasi ini, sel-sel membelah, tetapi mempertahankan fungsi sel yang telah terdiferensiasi. Tipe regenerasi konsenpatori khas pada hati manusia (yatim, 1994).
Percobaan dekecebong dengan ngan memotong ekor, dengan perlakuan dipotong miring dan tegak lurus.Setelah diamati selama 7 hari, ternyata bagian ekor yang telah dipotong mengalami pertumbuhan. Ekor yang putus tersebut tumbuh tetapi tidak dapat tumbuh sama seperti semula terkadang ada yang tidak tumbuh atau sama seperti ukuran pertama. Tidak seperti katak dewasa, kecebong memiliki kemampuan untuk benar-benar tumbuh kembali secara lengkap jika terluka dengan mengantikan suatu jaringan yang disebut dengan blastema. Hasil pengamatan pada kecebong yang dipotong ekornya dengan sayatan lurus tercantum pada tabel berikut.
Tabel 3. Sayatn lurus
Hari
Panjang Regerat
Gambar
1
0,4 cm
Hari pertama

                   
Hari keempat                                 





                          
 
 Hari ketujuh

2
0,5 cm
3
0,5 cm
4
0,6 cm
5
0,6 cm
6
0,7 cm
7
0,7 cm

B. Sayatan Melintang
 Pada hewan-hewan tertentu bagian tubuh yang disayat/dibuang/hilang, dapat diperbaiki dengan sempurna melalui proses regenerasi. Kemampuan regenerasi sangat berbeda diantara hewan-hewan. Suatu organisme khususnya hewan memiliki kemampuan untuk memperbaiki struktur atau jaringan yang mengalami kerusakan akibat kecelakaan yang tidak disengaja karena kondisi natural atau kerusakan yang disengaja oleh manusia untuk keperluan penelitian atau experimen.
 Kecebong yang dipotong ekornya dengan sayatan melintang tumbuh lebih lambat di banding kecebong yang dipotong ekornya dengan sayatan lurus. Hasil pengamatan pada kecebong yang dipotong ekornya dengan sayatan melintang tercantum pada Tabel 4.
Tabel 4. Sayatan melintang
Hari
Panjang Regerat
Gambar
1
0,4 cm

                                    Hari Pertama

                            

Hari keempat
                                    Hari ketujuh
2
0,45 cm
3
0,5 cm
4
0,6 cm
5
0,6 cm
6
0,65 cm
7
0,65 cm

C. Kontrol (Tanpa disayat)
Regenerasi bila ditinjau lebih lanjut, ternyata terdiri dari berbagai kegiatan, mulai dari pemulihan kerusakan yang parah akibat hilangnya bagian tubuh utama. Misalnya anggota bagian badan sampai pada penggantian kerusakan kecil yang terjadi dalam proses biasa, misalnya rontok rambut. Kelas amphibi, memiliki daya regenerasi yang rendah, biasanya terbatas pada bagian ekor yang lepas atau rusak.
Pengamatan pada regenerasi kecebong, kecebong ketiga tidak dilakukan pemotongan ekor, untuk melihat regenerasi yang terjadi. Namun hanya diukur penjang pertumbuhan yang terjadi selama 7 hari. Hasil pengamatan pada kecebong control tercantum pada Tabel 5.

Tabel 5. Kecebong kontrol
Hari
Panjang Regerat
Gambar
1
0,9 cm

                            
Hari Pertama

                             
Hari Keempat






Hari Ketujuh
2
0,9 cm
3
0,93 cm
4
0,95 cm
5
0,98 cm
6
0,98 cm
7
1,0 cm


V. PENUTUP
A. Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum regenerasi yaitu, kecebong merupakan salah satu hewan yang dapat melakukan regenerasi. Dalam tubuh makhluk hidup terdapat kemampuan untuk melakukan regenerasi pada tingkat sel atau jaringan sedangkan pada hewan tertentu mampu melakukan regenerasi pada tingkat organ. 
B. Saran
Saran yang dapat saya ajukan pada praktikum ini yatiu :
1. Sebaiknya praktikan tidak saling menyuruh dalam melakukan percobaan.
2. Untuk laboratorium, diharapkan memperlengkap alat-alat praktikum.








DAFTAR PUSTAKA
Adnan, Halifahpagarra., Asmawat.i ,2007, Penuntun Praktikum Reproduksi dan Embriologi ,Jurusan Biologi FMIPAUNM, Makasaar
Balinsky, B. I., 1983, An Introduction to Embriology. W. B. Saunders
Kimball, J.W., 1983, Biologi Edisi ke- 5 jilid 2, Erlangga., Jakarta
Sudarwati, 1990, Struktur Hewan. Bandung : Jurusan Biologi FMIPA ITB, Bandung

Sugianto,1996.Perkembangan Hewan. Yogyakarta: Gajah Mada University

Yatim, W. 1994. Reproduksi dan Embriologi. Bandung, Tarsito.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar