Cari Blog Ini

Sabtu, 19 November 2016

Keanekaragaman Hayati dan Tingkatannya



A. Pengertian Keanekaragaman Hayati
Indonesia merupakan negara yang dikaruniai oleh Tuhan dengan keanekaragaman yang sangat besar. Negara tercinta ini memiliki keanekaragaman hayati terbesar didunia setelah negara Brazil. Banyaknya keanekaragaman yang dimiliki negara ini baik flora maupun faunanya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia.  
Keanekaragaman hayati merupakan variasi atau perbedaan bentuk-bentuk makhluk hidup, meliputi perbedaan pada tumbuhan, hewan dan mikroorganisme, materi genetik yang dikandungnya, serta bentuk-bentuk ekosistem tempat hidup suatu makhluk hidup.



Menurut Undang-Undang No.5 tahun1994, keanekaragaman hayati merupakan keanekaragaman diantara makhluk hidup dari semua sumber, termasuk diantaranya daratan, lautan dan ekosistem akuatik (perairan) lainnya serta komplek-komplek ekologi yang merupakan bagian dari keanekaragamannya, mencakup keanekaragaman dalam spesies, antara spesies dengan ekosistem.

B. Tingkatan Keanekaragaman Hayati

Tingkat keanekaragaman hayati terdiri atas keanekaragaman gen, keanekaragaman spesie dan keanekaragaman ekositem.

1. Keanekaragaman Gen


Keanekaragaman gen merupakan perbedaan gen yang terjadi dalam suatu spesies makhluk hidup. Adanya perbedaan gen dapat menyebabkan terjadinya variasi pada tiap individu yang sejenis. Misalnya pada mangga, ada yang memiliki ukuran buah yang besar dan ukuran buah yang kecil.

Keanekaragaman sifat genetik yang ada pad makhluk hidup di kendalikan oleh gen-gen yang ada di dalam kromosom yang di miliki makhluk hidup tersebut, Kromosom di dapatkan dari kedua induknya melalui pewarisan sifat, akan tetapi gen juga dapat di pengarui oleh kondisi lingkungan tempat hidupnya berkembang. Sebagai contoh, bibit yang diambil dari batang induk mangga yang memiliki sifat genetik berbuah dengan besar,dan bila ditanam pada area yang berbeda maka ada kemungkinan tidak menghasilkan buah mangga berukuran besar seperti sifat genetik induknya.

2. Keanekaragaman Spesies


Keanekaragaman spesies merupakan perbedaan atau keragaman pada suatu kelompok maupun komunitas pada berbagai spesies yang hidup pada suatu habitat. Sebagai contoh keanekaragaman spesies dapat kita lihat pada kucing, singa, harimau dan macan tutul. Hewan-hewan tersebut termasuk dalam satu kelompok kucing, akan tetapi memiliki fisik dan perilaku yang berbeda.



3. Keanekaragaman Ekosistem

Ekosistem yang berbeda dapat menunjukkan adanya keanekaragaman. Hal ini dapat dipengaruhi kondisi lingkungan pada ekosistem tersebut. Adanya berbagai kelompok spesies yang mampu menyesuaikan diri dengan suatu lingkungannya, kemudian mereka saling mempengaruhi antar spesies dan spesies dengan lingkungannya. Interaksi yang terjadi pada ekosistem yang dapat menyebabkan keanekaragaman yaitu interaksi biotik dan interaksi abiotik.




Interaksi Biotik: Interaksi biotik dapat terjadi pada makhluk hidup satu dengan makhluk hidup yang lainya(baik di dalam jenisnya ataupun antar jenisnya) yang membentuk suatu komunitas.
Interaksi Abiotik: interaksi abiotik dapat terjadi antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik, yaitu suhu, cahaya dan lingkungan kimiawi, antara lain, air, mineral dan keasaman. Dengan adanya beranekaragamnya kondisi lingkungan dan keaneka ragaman hayati, maka terbentuklah keanekaragaman ekosistem. yang mana Tiap-tiap ekosistem memiliki keanekaragaman makhluk hidup tertentu pula. Cotohnya, ekosistem padang rumput, ekosistem pantai, ekosistem hutan hujan trofik, dan ekosistem air laut.

Cukup sekian pembahasan keanekaragaman hayati dan tingkatan keanekaragaman hayati. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar